KPR Rumah Komersil : Definisi, Syarat, Bunga, Cara Pengajuan dan Simulasi Angsuran

KPR Rumah Komersil - Seperti yang sudah kita ketahui bahwa dalam prosesnya KPR ini dibagi kedalam beberapa jenis.

Setidaknya ada dua jenis KPR Rumah yang paling populer dan pasti sudah sering kita dengar atau bahkan juga pernah mengalaminya.

Kedua jenis KPR tersebut adalah KPR Rumah Subsidi serta KPR Rumah Non Subsidi. Khusus untuk KPR Rumah Non Subsidi biasa disebut juga dengan istilah KPR Rumah Komersil atau KPR Konvensional.

Pada artikel sebelumnya kita sudah bahas terkati dengan KPR Rumah Subsidi dan tentu pada pembahasan ini kita akan lihat sebaliknya yaitu KPR Non Subsidi atau KPR Rumah Komersil.

Secara umum kedua jenis KPR diatas memang sama saja tapi secara rinci ada beberapa perbedaan baik pada syarat maupun ketentuan yang berlaku di Negara Kita.

Bahkan dari sisi harga serta pajakpun kedua jenis KPR diatas memang sangat berbeda. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas dalam artikel ini sampai dengan selesai. 


Definisi KPR Rumah Komersil


KPR Rumah Komersil atau KPR Rumah Non Subsidi adalah adalah KPR yang tidak memanfaatkan bantuan dari Pemerintah dan hanya melibatkan Pembeli, Pengembang ( Developer ) serta pihak Bank saja.


KPR Rumah Komersil - firstfin.web.id


Biasanya regulasi atau ketetapan untuk KPR ini langsung diatur oleh pihak Bank hanya saja untuk beberapa hal yang sudah diatur tentu akan mengikuti regulasi yang sudah ada diluar dari regulasi rumah subsidi.


Baca Juga : KPR Rumah Subsidi : Definisi, Syarat, Ketentuan, Cara Pengajuan dan Simulasi Angsuran


Untuk proses pengajuan pada dasarnya memang hampir sama saja dengan KPR Rumah Subsidi bagian yang berbeda adalah pada sisi harga, bunga serta bentuk dan lokasi rumah yang diperjualbelikan.

Rumah komersil ini biasanya akan dibangun dengan bentuk tampak depan yang sama setiap unitnya bahkan kadang rumah komersil ini dibangun dalam bentuk Cluster.


Dokumen dan Syarat KPR Rumah Komersil


Secara umum untuk syarat KPR Rumah Komersil ini memang tidak terlalu jauh berbeda dengan syarat pada KPR Rumah Subsidi.

Hanya saja memang ada beberapa point syarat saja yang cukup berbeda antara kedua KPR Rumah tersebut.

Selanjutnya untuk pembahasan syarat ini kita akan bagi kedalam dua pembahasan yaitu syarat yang terkait dengan data Nasabah serta syarat yang terkait dengan dokumen pengajuan KPR Rumah. 


1. Syarat KPR Rumah Komersil


Pembahasan yang pertama adalah syarat KPR Rumah Komersil yang terkait dengan data diri dari pemohon yang mengajukan KPR.

Syarat KPR Rumah Komersil ini adalah sebagai berikut :

  • WNI dan bertempat tinggal di Indonesia
  • Minimal berusia 18 Tahun atau sudah menikah
  • Status : Pengusaha, Profesional atau Karyawan
  • Masa kerja Pemohon minimal harus sudah 1 Tahun atau lebih
  • Pengalaman kerja Pemohon minimal sudah 2 Tahun atau lebih
  • Untuk profesional sudah menggeluti bidang tersebut minimal selama 2 Tahun
  • Usia maksimum Karyawan dan Pengusaha saat kredit lunas adalah 55 Tahun
  • Usia maksimum Profesional saat kredit lunas adalah 65 Tahun

 

2. Dokumen KPR Rumah Komersil


Selanjutnya untuk syarat KPR Rumah Komersil yang terkait dengan dokumen akan dibagi kedalam dua jenis yaitu untuk KPR Perorangan serta untuk KPR Perusahaan atau Badan Usaha.

Dokumen Pengajuan KPR Perorangan :

  • Fotokopi KTP Pemohon
  • Fotokopi KTP Suami / Istri
  • Fotokopi Kartu Keluarga ( KK )
  • Fotokopi Surat cerai / Surat nikah
  • Fotokopi NPWP
  • Slip Gaji / Surat Keterangan Penghasilan 1 bulan terakhir
  • Fotokopi Rekening Koran
  • Untuk Karyawan : Surat rekomendasi dari Perusahaan
  • Akta pisah yang sudah dilegalisasi oleh Notaris

Dokumen Pengajuan KPR Perusahaan :

  • Fotokopi KTP Pemohon
  • Fotokopi KTP Suami / Istri
  • Fotokopi Kartu Keluarga ( KK )
  • Fotokopi Surat Cerai / Nikah
  • Fotokopi NPWP Pribadi
  • Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP )
  • Fotokopi akta pendirian Perusahaan
  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  • Surat Pernyataan Kepemilikan Properti

Pastikan sudah memenuhi syarat - syarat diatas sebelum mengajukan KPR Rumah Komersil ke Bank. Supaya kemungkinan untuk ditolak jauh lebih kecil.

Karena kelengkapan syarat merupakan salah satu dari beberapa point yang dijadikan dasar dalam penilaian kelayakan kredit oleh pihak Bank.

 

Jenis dan Persentase Suku Bunga KPR Rumah Komersil


Persentase suku bunga pada perhitungan KPR memang akan sangat berpengaruh terhadap jumlah angsuran KPR per bulan. 

Memang persentase suku bunga untuk KPR komersil ini akan sering berubah - ubah tergantung kepada suku bunga yang berlaku di Negara kita.

 

1. Jenis Suku Bunga KPR Rumah Komersil


Seperti yang sudah kita ketahui bahwa selain suku bunga bagian yang sangat penting dalam perhitungan angsuran KPR dalam metode yang digunakan.

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan bahwa dalam perhitungan KPR ada beberapa metode atau Cara Menghitung Bunga.

Metode atau cara menghitung bunga pada KPR Rumah Komersil tersebut adalah sebagai berikut :

  • Suku Bunga Tetap ( Fixed Rate ) : suku bunga akan selalu tetap sampai dengan akhir jangka waktu KPR
  • Suku Bunga Mengambang ( Floating Rate ) : suku bunga akan selalu berubah mengikuti suku bunga BI
  • Suku Bunga Crapped : persentase suku bunga akan dibatasi sampai dengan jumlah tertentu

Pastikan kita mengetahui metode apa yang digunakan pada perhitungan angsuran KPR supaya kita bisa memperkirakan perubahan angsuran KPR jika ada kenaikan suku bunga acuan dari BI.


Baca Juga : Ketahui Jenis dan Cara Menghitung Suku Bunga KPR Sebelum Mengajukan ke Bank


Hal tersebut tentu harus langsung dikonfirmasikan kepada pihak Bank pemberi KPR yang kita pilih untuk digunakan. 

 

2. Persentase Suku Bunga KPR Rumah Komersil


Untuk persentase suku bunga KPR Rumah Komersil memang cukup beragam tergantung dari jenis atau metode suku bunga yang digunakan.

Misalnya untuk contoh berikut ini adalah suku bunga KPR Rumah Komersil yang ditetapkan oleh Bank BTN :

  • Fix 2 Tahun : 8.88%
  • Fix 3 Tahun : 8.88%
  • Fix 2 Tahun : 9.49% ( untuk kredit dengan maksimal dibawah 250 Juta )

Suku Bunga Fix 2 Tahun sebesar 8.88% berlaku untuk plafon kredit antara 250 juta sampai dengan 1,5 milyar untuk debitur fixed income.


Tenor atau Jangka Waktu KPR Rumah komersil


Pada dasarnya untuk Tenor atau Jangka Waktu Kredit cukup beragam sesuai dengan yang ditawarkan oleh masing - masing pihak Bank.

Secara umum biasanya Tenor atau Jangka Waktu KPR adalah 10 Tahun, 15 Tahun serta 20 Tahun dan tentu pilihan Tenor tersebut akan mengacu kepada kesepakatan antara Nasabah dengan pihak Bank.

Hanya saja memang dibagian awal proses pengajuan KPR biasanya pihak Bank akan menyertakan Tenor atau Jangka Waktu Kredit yang disetujui.

   

Cara Pengajuan KPR Rumah Komersil


Secara umum pengajuan kredit untuk KPR Rumah Komersil dengan KPR Rumah Subsidi tetap sama saja. Karena letak perbedaan utamanya hanya pada dokumen yang disyaratkan saja.

Adapun urutan langkah - langkah pada pengajuan KPR Rumah Komersil adalah sebagai berikut :


1. Tentukan Lokasi dan Rumah Yang Akan Dibeli


Langkah pertama sebelum mengajukan KPR adalah mencari lokasi kira - kira Perumahan mana yang akan kita beli dengan cara KPR ke Bank.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan pada proses ini misalnya kemampuan keuangan, lokasi, harga rumah, fasilitas perumahan dan lain - lain. 

 

2. Bayar Uang Booking Fee / Tanda Jadi


Selanjutnya setelah menentukan kira - kira rumah mana yang akan dibeli silahkan bayar uang Booking Fee atau Uang Tanda Jadi. Biasanya Developer memiliki peraturan yang berbeda - beda tentang Booking Fee ini, jadi pastikan meminta informasi yang jelas kepada pihak Developer.

Fungsi dari uang Booking Fee ini biasanya adalah untuk memberikan jeda kepada pihak Developer pada saat kita mengurus dokumen KPR supaya Developer tidak menawarkan unit rumah tersebut kepada Nasabah yang lain. 


3. Pilih Bank Untuk Pengajuan KPR


Jika kita memang sudah yakin akan membeli rumah dengan lokasi tersebut dan telah mempertimbangkan banyak hal maka selanjutnya silahkan pilih kira - kira akan mengajukan KPR ke Bank mana.

Pihak Developer akan memberikan informasi Bank mana saja yang telah bekerjasama dengan mereka untuk mengajukan KPR atas nama nasabah tersebut.


4. Siapkan Syarat Serta Dokumen Pengajuan KPR


Ini merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pengajuan KPR karena semakin lengkap data yang diberikan maka ini akan menjadi hal yang sangat baik.

Untuk rincian syarat apa saja yang harus diserahkan kita sudah membahasnya dibagian atas artikel ini. Silahkan sesuaikan apakah kita akan mengajukan sebagai Perorangan dengan profesi Karyawan, Wiraswasta atau Profesional.

 

5. Ajukan KPR ke Bank Yang Dipilih


Untuk proses pengajuan KPR ini biasanya pihak Developer akan membantu Nasabah yang bersangkutan. Bahkan jika ada syarat yang dirasa kurangpun pihak Developer akan melakukan konfirmasi langsung kepada Nasabahanya.


6. Tunggu Proses Penilaian Kredit


Setelah proses pengajuan KPR dilakukan selanjutnya pihak Bank akan melakukan penilaian kredit berdasarkan dokumen yang diserahkan oleh Nasabah. Proses ini murni secara penuh akan dilakukan oleh pihak Bank.

Bank memiliki hak secara penuh untuk menerima atau menolak pengajuan KPR yang dilakukan tapi tentu penilaian tersebut akan mengacu kepada syarat yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.

Jika pengajuan KPR disetujui oleh pihak Bank maka selanjutnya akan diterbitkan Surat Persetujuan Kredit ( SPK ) dimana pada surat ini dicantumkan jumlah kredit yang disetujui lengkap dengan tenor serta jumlah angsuran per bulan.


7. Tanda Tangan Akta Kredit


Setelah Nasabah menerima SPK atau Surat Persetujuan Kredit maka selanjutnya akan dijadwalkan untuk menandatangani akta kredit.Proses ini akan melibatkan pihak Bank pemberi KPR serta Nasabah atau Pemohon Kredit.

Pada akta kredit inilah disebutkan secara rinci semua tentang hak serta kewajiban yang sifatnya memang harus disepakati sesuai dengan perjanjian kredit yang akan dilakukan.

Silahkan ikuti seluruh proses pengajuan KPR diatas dan jangan khawatir karena pihak Developer akan mengarahkan dan memberikan informasi secara detail terkait dengan proses pengajuan KPR tersebut. 


Simulasi Angsuran KPR Rumah Komersil


Selanjutnya untuk menyesuaikan kemampuan keuangan dengan angsuran KPR per bulan rasanya akan lebih baik jika kita melihat angsuran per bulan sebelum mengajukan KPR.


Syarat KPR Rumah Komersil - firstfin.web.id


Ada banyak cara untuk mengetahui jumlah angsuran per bulan misalnya melalui simulasi angsuran dengan cara online dan bisa juga dengan menggunakan Tabel Angsuran KPR.


1. Simulasi KPR Bunga Anuitas

1.1 Data Kredit :

  • Harga Rumah : 400.000.000
  • Tenor : 10 Tahun  / 120 Bulan
  • Bunga KPR : 9.6% per Tahun
  • Uang Muka : 20%


1.2 Data KPR

  • Uang Muka : 80.000.000
  • Plafon Pinjaman : 320.000.000
  • Angsuran KPR per Bulan : 4.158.262


1.3 Data Lain - Lain

  • Penghasilan Minimal : 13.860.873
  • Biaya Provisi 1% : 3.200.000
  • Biaya Administrasi 0.1% : 320.000

  

2. Simulasi KPR Bunga Floating

2.1 Data Kredit

  • Harga Rumah : 400.000.000
  • Tenor : 10 Tahun  / 120 Bulan
  • Bunga KPR Tahun Ke-1 s.d Ke-5 : 9.6% per Tahun
  • Bunga KPR Tahun Ke-6 dan seterusnya : 10% 
  • Uang Muka : 20%


2.2 Data KPR

  • Uang Muka : 80.000.000
  • Plafon Pinjaman : 320.000.000
  • Angsuran KPR Tahun Ke-1 s.d Ke-5 : 5.197.827
  • Angsuran KPR Tahun Ke-6 dan seterusnya : 5.246.293


Mohon dicatat bahwa angka angsuran diatas sifatnya hanya simulasi saja karena angka pasti untuk kredit mungkin akan berbeda.

Jadi, silahkan pastikan informasi jumlah angsuran KPR kepada Bank pemberi kredit yang digunakan secara langsung.


Cara Bayar Angsuran KPR Rumah


Untuk urusan bayar angsuran KPR tentu sudah sangat banyak tempat yang bisa kita pilih untuk membayar angsuran KPR tersebut.

Baca Juga : Cara Mudah Bayar Angsuran KPR BTN Menggunakan Nomor Kontrak - FirstFin

Misalnya kita akan membayar angsuran KPR BTN melalui ATM Bank BTN langkah  langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Kunjungi ATM Bank BTN terdekat
  2. Masukan ATM dan pilih Bahasa yang akan digunakan
  3. Masukan PIN
  4. Pilih : Transaksi Lainnya
  5. Pilih : Pembayaran
  6. Pilih : KPR
  7. Masukkan nomor kontrak
  8. Pilih : Informasi KPR jika belum mengetahui jumlah angsuran dan denda jika ada
  9. Pilih : Pembayaran KPR untuk membayar angsuran
  10. Pilih : Pembayaran Denda untuk membayar dengan jika ada
  11. Ikuti proses selanjutnya sampai dengan struk keluar

Selain menggunakan ATM ada juga cara serta langkah yang lain misalnya melalui Mobile Banking, Alfamart, Bukalapak dan lain - lain. Pastikan sebelum membayar angsuran kita sudah menyiapkan Nomor Kontrak karena Nomor Kontrak inilah yang dijadikan sebagai dasar dalam pembayaran angsuran KPR.


Perbedaan Rumah Komersil dan Subsidi


Jika tertarik dan akan mengajukan KPR Rumah Komersil sebaiknya pahami terlebih dahulu perbedaan rumah komersil dengan rumah subsidi.

Adapun perbedaan tersebut adalah sebagai berikut : 


1. Perbedaan Dari Sisi Harga Rumah


Secara umum memang rumah komersil jauh memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah subsidi.

Tentu ini akan berdampak kedalam jumlah angsuran per bulan serta jumlah DP atau Uang Muka saat akan mengajukan KPR.


2. Perbedaan Dari Sisi Kualitas Bangunan


Untuk kualitas bangunan pada rumah Komersil kita bebas memilih bahan apa saja yang akan digunakan.

Sedangkan pada rumah Subsidi bahan material bangunan sudah ditentukan standarnya sehingga Nasabah tidak bisa memilih material secara bebas.


3. Perbedaan Dari sisi Luas Rumah


Tentu dari sisi luas rumah pada perumahan komersil akan jauh memiliki luas rumah yang lebih besar.

Sedangkan pada rumah Subsidi luas rumah memang tidak akan terlalu besar karena ini harus disesuaikan dengan harga pokok dari rumah yang sedang dibangun tersebut.


Kelebihan dan Kekurangan KPR Rumah Komersil


Sebelum membeli rumah Komersil tentu rasanya penting bagi kita untuk mengetahui apa saja kelebihan serta kekurangannya.

Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari KPR Rumah Komersil :


1. Kelebihan KPR Rumah Komersil

  • Mudah dalam mendapatkan layanan pembiayaan kredit
  • Cukup banyak yang menawarkan promo bunga untuk menurunkan jumlah angsuran per bulan
  • Pilihan jangka waktu yang cukup beragam
  • Banyak metode perhitungan bunga dan bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan
  • Meningkatkan nilai Investasi tanah serta bangunan rumah 


2. Kekurangan KPR Rumah Komersil

  • Bunga relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan KRP biasa
  • Angsuran lebih besar dibandingkan KPR lain karena suku bunga yang memang cukup tinggi
  • Persyaratan yang lebih ketat
  • Kepemilikan rumah komersil memiliki tanggung jawab yang lebih besar


Tips Sebelum Mengajukan KPR


  • Sesuaikan kemampuan keuangan dengan angsuran KPR per bulan
  • Pahami syarat dan ketentuan serta ketahui besaran suku bunga serta jenis suku bunga yang digunakan
  • Siapkan dana cadangan untuk antisipasi pembayaran angsuran KPR
  • Mematuhi jangka waktu serta pembayaran angsuran atau cicilan KPR mulai dari awal sampai dengan akhir jangka waktu tersebut


Penutup


Pada dasarnya proses pengajuan KPR rumah Subsidi dan KPR rumah Komersil tetap tidak terlalu jauh berbeda.

Kecuali dari sisi harga rumah, kualitas rumah dan jumlah angsuran memang sudah tentu pasti berbeda - beda.

Jadi, silahkan pilih dan tentukan apakah akan menggunakan KPR Rumah Komersil atau justru akan menggunakan KPR Rumah Subsidi.

Itulah pembahasan kita kali ini tentang KPR Rumah Komersil dan semoga artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca. 

Sumber Simulasi Angsuran : https://www.simulasikredit.com

 Ikuti Informasi Terbaru Kami di Google News