Insentif : Definisi, Jenis, Tujuan, Contoh dan Manfaatnya

Insentif - Ada beberapa unsur tambahan penghasilan untuk Karyawan yang biasanya dibayarkan oleh Perusahaan.

Unsur tambahan tersebut ada yang bersifat wajib dibayarkan dan ada juga yang sifatnya memang tidak wajib dibayarkan oleh Perusahaan.

Tapi meskipun tambahan penghasilan tersebut bukan merupakan kewajiban tetapi biasanya ini dibayarkan dan ditentukan sesuai dengan kesepakatan antara Perusahaan dengan Karyawan.

Salah satu dari beberapa jenis tambahan penghasilan yang biasa dibayarkan oleh Perusahaan adalah Insentif.

Dalam artikel ini kita akan bahas terkait dengan Insentif mulai dari definisi, contoh sampai dengan manfaatnya.


Definisi, Jenis, Tujuan, Contoh dan Manfaat Dari Insentif


Seperti yang dijelaskan diatas bahwa Insentif ini sifatnya tidak wajib dibayarkan oleh Perusahaan.

Tapi jika memang sudah ada kesepakatan antara Karyawan dengan Perusahaan terkait dengan Insentif maka tentu pembayaran atas Insentif tersebut sifatnya menjadi wajib.


Contoh dan Manfaat Insentif - firstfin.web.id


Tetapi kewajiban pembayaran atas Insentif memang harus selalu terkait dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Perusahaan.

Dengan kata lain bahwa Karyawan yang bersangkutan akan menerima Insentif sepanjang syarat dan ketentuan tersebut bisa dipenuhi.


1. Definisi Dari Insentif


Insentif adalah kompensasi atau tambahan penghasilan yang dibayarkan oleh Perusahaan kepada Karyawan karena sudah mencapai batas yang ditentukan.

Batas yang dimaksud adalah ketetapan terkait dengan insentif yang akan diberikan oleh Perusahaan.

Karena biasanya untuk mendapatkan Insentif ini terlebih dahulu seorang Karyawan harus menyelesaikan target yang ditetapkan oleh Perusahaan.

Target yang dimaksud bukan dan tidak terbatas hanya pada target uang saja tapi bisa juga target yang terkait dengan pekerjaan yang telah ditentukan.

Mohon dicatat bahwa Insentif ini berbeda dengan bonus yang juga kadang diberikan oleh Perusahaan.


Baca Juga : Perbedaan Komisi, Bonus dan Insentif Lengkap Dengan Cara Menghitungnya 


Karena biasanya insentif ini diberikan kepada Karyawan yang sudah mencapai target tertentu sedangkan bonus diberikan jika Perusahaan berhasil mendapatkan keuntungan pada periode tertentu.   


2. Jenis Insentif


Dalam prosesnya Insentif ini dibagi kedalam dua jenis yaitu insentif yang bersifat finansial serta insentif yang bersifat non finansial.

Tetapi meskipun kedua jenis insentif tersebut berbeda tetap saja ada hak yang harus diberikan oleh Perusahaan dengan catatan target yang diberikan sudah terpenuhi.


2.1 Insentif Finansial


Insentif Finansial adalah insentif yang diberikan oleh Perusahaan kepada Karyawan dalam bentuk uang.

Insentif finansial ini berbeda dengan gaji pokok meskipun sama - sama dibayarkan dalam bentuk uang.

Ada banyak hal yang dijadikan dasar dalam pemberian Insentif dengan jenis ini tetapi yang pasti ini akan diberikan jika Karyawan yang bersangkutan memenuhi syarat yang ditentukan.


2.2 Insentif non Finansial


Secara umum insentif non finansial ini merupakan kebalikan dari insentif finansial yang sudah kita bahas diatas.

Insentif non Finansial adalah insentif yang diberikan oleh Perusahaan kepada Karyawan bukan dalam bentuk uang.

Dalam prosesnya jenis Insentif ini sama dengan jenis insentif yang pertama yaitu akan ditetapkan syarat untuk mendapatkannya.

Beberapa contoh dari jenis insentif non finansial misalnya kenaikan jabatan dan tentu untuk mendapatkan kenaikan jabatan ada kriteria yang sudah ditetapkan oleh Perusahaan.

 

3. Tujuan Pemberian Insentif


Pemberian insentif dari Perusahaan kepada Karyawan tentu memiliki tujuan karena memang tidak mungkin Perusahaan memberikan sesuatu tanpa memiliki tujuan.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari pemberian insentif :

  1. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Karyawan supaya bekerja lebih giat
  2. Memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Karyawan
  3. Memberikan peluang kepada Karyawan untuk menunjukan prestasi dan mencapai tujuan yang ditetapkan
  4. Memberikan penghargaan kepada Karyawan yang telah berhasil mencapai target yang ditetapkan

Dari beberapa tujuan diatas pada dasarnya memang insentif ini bisa dijadikan sebagai motivasi bagi Karyawan dengan harapan Karyawan tersebut bisa memberikan hal yang lebih dibandingkan dengan hal dasar yang tentu sudah ditetapkan.


Baca Juga : Jenis dan Manfaat Komisi Untuk Meningkatkan Penjualan Perusahaan 


Karena insentif ini juga hanya akan diberikan jika Karyawan yang bersangkutan bisa menyelesaikan atau memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

  

4. Contoh Insentif


Untuk contoh Insentif memang akan cukup banyak yang mungkin bisa diberikan oleh Perusahaan kepada Karyawan.

Bahkan mungkin saja Insentif di Perusahaan A akan berbeda dengan Insentif pada Perusahaan B.


Pengertian dan Jenis Insentif - firstfin.web.id


Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tidak ada ketetapan yang pasti dari Pemerintah terkait dengan pemberian Insentif tersebut.

Berikut ini adalah beberapa contoh Insentif baik finansial maupun non finansial :

  1. Pemberian pinjaman untuk Karyawan yang membutuhkan
  2. Tunjangan transportasi atau BBM untuk Karyawan bagian lapangan
  3. Tunjangan Uang makan untuk seluruh Karyawan
  4. Promosi jabatan
  5. Pemberian uang saku untuk Karyawan yang tugas atau dinas ke luar kota

Selain contoh diatas masih ada banyak insentif lain yang mungkin diberikan oleh Perusahaan kepada Karyawan.

Tapi yang pasti untuk pemberian insentif tersebut akan ada syarat dan ketentuan misalnya uang makan hanya dibayarkan jika Karyawan tersebut masuk bekerja saja atau syarat lainnya.

 

5. Manfaat Insentif


Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa Insentif ini diberikan oleh Perusahaan kepada Karyawan dengan target serta ketentuan yang ditetapkan.

Ini artinya Insentif akan memberikan manfaat baik untuk Perusahaan maupun untuk Karyawan yang bersangkutan.


5.1 Manfaat Insentif Untuk Perusahaan


Dari sudut pandang Karyawan tentu Insentif yang diberikan ini harus mampu memberikan manfaat untuk dirinya sendiri.

Adapun manfaat Insentif untuk Karyawan adalah sebagai berikut :

  1. Munculnya motivasi tambahan dalam menyelesaikan pekerjaan
  2. Meningkatkan kepercayaan diri karena apa yang dilakukan mendapatkan apresiasi dari Perusahaan
  3. Meningkatkan kemampuan Karyawan pada bidang yang terkait dengan Insentif
  4. Memperoleh tambahan pendapatan diluar gaji pokok setiap bulan

Pada prinsipnya Insentif ini akan menambah semangat Karyawan dalam bekerja dan tentu ingin meningkatkan hasil pekerjaan dengan asumsi akan mendapatkan insentif yang lebih besar.

Konsep peningkatan semangat dalam bekerja ini memang cukup banyak jenisnya tidak hanya insentif saja. Tapi Insentif ini merupakan salah satu cara diantara banyak cara yang mungkin bisa dilakukan oleh Perusahaan. 


5.2 Manfaat Insentif Untuk Karyawan


Selain memiliki manfaat untuk Karyawan Insentif ini juga tentu akan memberikan manfaat bagi Perusahaan secara langsung maupun dalam jangka waktu tertentu.

Adapun manfaat Insentif untuk Perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan kinerja karena Karyawan bertambah motivasinya
  2. Meningkatkan Produktivitas karena Karyawan lebih giat dan disiplin
  3. Karyawan lebih menghormati Perusahaan
  4. Hubungan dengan Karyawan akan semakin baik
  5. Meningkatkan rasa memiliki dari Karyawan untuk Perusahaan
  6. Mengurangi keinginan Karyawan untuk mengundurkan diri
  7. Memperbesar kemungkinan Karyawan untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama

Dari beberapa manfaat khususnya untuk Perusahaan diatas memang tidak secara langsung dirasakan oleh Perusahaan.

Membutuhkan cukup banyak waktu untuk dapat merasakan manfaat atas pemberian Insentif dari Perusahaan kepada Karyawan.


Baca Juga : Bonus : Definisi, Jenis, Tujuan, Contoh dan Manfaatnya 


Tapi percayalah, jika Karyawan sudah merasa nyaman maka dengan sendirinya loyalitas akan diberikan oleh Karyawan tanpa diminta Perusahaan.


6. Kekurangan Pemberian Insentif


Poin ini sebenarnya kadang tidak disadari oleh pihak Perusahaan yang memang telah memberikan Insentif kepada Karyawan.

Karena dari pembahasan diatas hampir bisa dikatakan bahwa pemberian Insentif ini akan banyak manfaatnya baik untuk Perusahaan maupun untuk Karyawan.

Tapi dalam kondisi tertentu kadang Insentif ini akan menimbulkan hal yang kurang baik dikalangan Karyawan.

Karena terkadang Insentif ini diberikan oleh Perusahaan hanya kepada orang tertentu saja yang jika dilihat secara keseluruhan masih ada orang lain yang lebih cocok untuk mendapatkan insentif tersebut.

Inilah pentingnya dasar penyusunan syarat dan ketetapan dari sebuah Insentif karena dengan perhitungan yang tepat maka Insentif ini akan diberikan kepada Karyawan yang tepat.

Jika Insentif memang diberikan kepada Karyawan yang tepat maka tidak akan muncul kemungkinan rasa isi dari Karyawan lain yang memang tidak ikut mendapatkan insentif tersebut. 

 

7. Penutup


Dari seluruh penjelasan diatas bisa kita simpulkan bahwa Insentif ini sifatnya memang tidak diwajibkan.

Insentif sifatnya hanya akan diwajibkan jika sudah ada kesepakatan antara Karyawan dengan Perusahaan bahwa akan diberikan insentif dengan jumlah dan syarat tertentu.

Karyawan yang bersangkutan hanya akan menerima Insentif jika syarat dan ketentuan tersebut bisa dijalankan dan bisa dipenuhi.

Karena pemenuhan terhadap target atau syarat tersebut diharapkan akan mampu memberikan manfaat pada Perusahaan.

Itulah pembahasan kita kali ini tentang Insentif mulai dari pengertian sampai dengan contoh serta manfaatnya dan semoga artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca.   

 Ikuti Informasi Terbaru Kami di Google News