Jurnal Utang Usaha : Penambahan, Pembayaran, Penyesuaian dan Contoh Transaksi

Jurnal Utang Usaha - Salah satu akun yang akan pasti muncul pada Laporan Keuangan terutama pada Neraca adalah akun Utang Usaha.

Tentu untuk menampilkan angka Utang Usaha pada Neraca tersebut didahului dengan mencatat transaksi pada Jurnal.

Jika khusus membahas Jurnal Utang Usaha maka prosesnya bisa kita bagi kedalam tiga jenis Jurnal.

Pada artikel ini kita akan bahas apa saja yang terkait dengan pencatatan Jurnal Utang Usaha sebelum menampilkan saldo pada Laporan Keuangan.

  

Jurnal Penambahan, Pembayaran dan Penyesuaian Utang Usaha


Secara umum Jurnal Pada Utang Usaha kita akan bagi kedalam tiga jenis Jurnal yaitu Jurnal Penambahan Utang Usaha, Jurnal Pembayaran Utang Usaha serta Jurnal Penyesuaian Utang Usaha.


Jurnal Utang Usaha - firstfin.web.id


Tapi sebelum itu mari kita bahas sedikit tentang jenis Jurnal yang bisa digunakan pada pencatatan transaksi Keuangan sebelum menampilkan angka pada Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Pada proses pencatatan khususnya Jurnal ini dibagi kedalam dua jenis Jurnal yaitu Jurnal Umum serta Jurnal Khusus.


Baca Juga : Jurnal Utang Usaha : Mencatat Utang Usaha Pada Jurnal Umum Serta Jurnal Khusus


Jurnal Umum adalah jurnal yang digunakan pada pencatatan transaksi Keuangan hanya dengan menggunakan satu format saja.

Sedangkan Jurnal Khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan sesuai dengan jenis dan kelompoknya masing - masing.

Khusus untuk Jurnal Penambahan serta Pembayaran Utang Usaha kita akan menggunakan format pada Jurnal Umum.

Tapi untuk Jurnal Khusus akan kita bahas juga pada poin atau pada pembahasan dibagian akhir dari artikel ini.  


1. Jurnal Penambahan Utang Usaha


Pada dasarnya penambahan pada akun Utang Usaha ini akan berasal dari transaksi Pembelian barang yang dilakukan dengan cara kredit atau bukan dengan cara tunai.

Jika transaksi Pembelian tersebut dilakukan dengan cara tunai maka akun yang akan digunakan adalah akun Pembelian dengan akun Kas atau Bank.

Ini artinya untuk transaksi Pembelian dengan cara tunai ini sama sekali tidak melibatkan akun Utang Usaha seperti yang disebutkan diatas.

Selanjutnya untuk Utang Usaha ini sebagian besar akan muncul dari sumber transaksi yang berupa pembelian barang dagang atau penggunaan jasa untuk beberapa Perusahaan Jasa.

Tapi mohon dicatat bahwa jikapun transaksi pembelian tersebut bukan merupakan barang dagang tetapi tetap dilakukan dengan cara kredit maka akun yang akan digunakan adalah Utang Usaha.

Untuk contoh misalnya : PT. Firstfin.web.id membeli barang dagang dengan cara kredit sebesar 8.850.000 kepada PT. ABC dengan syarat 2/10 n/30.

Dengan menggunakan contoh transaksi tersebut diatas maka Jurnal Penambahan Utang Usaha yang akan kita buat adalah sebagai berikut :


AKUN DEBET KREDIT
Pembelian ( D ) 8.850.000 -
Utang Usaha ( K ) - 8.850.000


Berdasarkan contoh diatas terlihat bahwa pada transaksi Penambahan Utang Usaha akan melibatkan dua akun saja yaitu Utang Usaha dengan Pembelian.

Pada sisi Debet untuk transaksi penambahan Utang Usaha ini akan menggunakan akun Pembelian sedangkan pada sisi Kredit akun yang akan digunakan adalah Utang Usaha.  


2. Jurnal Pembayaran Utang Usaha


Selanjutnya pembahasan yang kedua mari kita lihat akun apa saja yang digunakan pada transaksi Pembayaran Utang Usaha.

Pada dasarnya pembayaran Utang Usaha ini akan bisa kita bagi kepada cara pembayaran yang dilakukan pada masing - masing Utang Usaha.

Jika pembayaran pada Utang Usaha tersebut dilakukan dengan cara tunai maka akun yang akan digunakan adalah Kas sedangkan jika pembayaran dilakukan melalui transfer maka akun yang akan digunakan adalah Bank.


Baca Juga : Contoh Jurnal Pembayaran Utang Usaha Dengan Cara Tunai dan Transfer Bank 


Dari keterangan tersebut bisa kita simpulkan bahwa penting rasanya menampilkan cara pembayaran pada Utang Usaha yang telah dilakukan supaya tidak salah dalam memilih akun yang akan digunakan.

Untuk contoh mislanya : PT. Firstfin.web.id membayar Utang pada PT. ABC atas pembelian barang dagang seluruhnya sebesar 8.850.000 dengan cara tunai melalui Kas.

Berdasarkan contoh transaksi pembayaran Utang Usaha diatas maka Jurnal yang akan dibuat adalah sebagai berikut :


AKUN DEBET KREDIT
Utang Usaha ( D ) 8.850.000 -
Kas ( K ) - 8.850.000


Berdasarkan contoh tersebut maka pembayaran Utang Usaha akan menggunakan akun Utang Usaha pada sisi Debet serta akun Kas pada sisi Kredit.

Jika cara pembayaran pada akun Utang Usaha diatas dilakukan dengan cara transfer maka pada sisi Kredit akun yang akan digunakan adalah Bank bukan Kas.    


3. Jurnal Koreksi Utang Usaha


Selanjutnya yang ketiga kita akan bahas apakah ada Jurnal Penyesuaian atau tidak pada akun Utang Usaha.

Secara umum memang tidak akan terlalu sering muncul jurnal koreksi atau jurnal penyesuaian pada akun Utang Usaha.

Hanya saja untuk akun Utan lain memang ada yang cukup sering muncul jurnal koreksi atau jurnal penyesuaian meskipun memang bukan akun Utang Usaha.

Misalnya pada akun Utang Gaji atau Biaya Yang Belum Dibayarkan atau Biaya Yang Masih Ditangguhkan.

Berikut ini adalah contoh transaksi Jurnal Penyesuaian untuk Biaya Gaji yang belum dibayarkan pada akhir periode atau akhir bulan.


AKUN DEBET KREDIT
Biaya Gaji ( D ) 950.000 -
Utang Gaji ( K ) - 950.000


Dari contoh tersebut terlihat bahwa pada Jurnal Penyesuaian untuk Biaya Gaji yang belum dibayarkan akan menggunakan akun Biaya Gaji pada posisi Debet serta akun Utang Gaji pada sisi Kredit.

Untuk beberapa pembahasan serta contoh Jurnal Koreksi atau Jurnal Penyesuaian sudah kita bahas pada artikel sebelumnya. 

 

4. Jurnal Khusus Untuk Penyesuaian Akun Utang Usaha


Pembahasan yang keempat kita akan melihat jurnal apa saja yang digunakan untuk transaksi Utang Usaha jika metode yang digunakan adalah Jurnal Khusus.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa Jurnal Khusus adalah jurnal yang akan mencatat transaksi sesuai dengan jenis transaksinya masing - masing.

Jika memang akun yang akan dibahas adalah Utang Usaha maka akan ada dua Jurnal Khusus yang digunakan pada pencatatan transaksi Keuangan.

Jurnal khusus yang pertama adalah Jurnal Khusus Pembelian serta yang kedua adalah Jurnal Khusus Pengeluaran Kas.

  

1. Jurnal Khusus Pembelian

Pada akun Utang Usaha ini Jurnal Khusus Pembelian akan digunakan untuk mencatat transaksi penambahan Utang Usaha.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa penambahan angka pada akun Utang Usaha sumber utamanya adalah Pembelian barang dengan cara kredit.

Pada Jurnal Khusus untuk transaksi Pembelian barang dagang dengan cara kredit maka Jurnal yang akan digunakan adalah Jurnal Khusus Pembelian.

Adapun cara mencatat transaksi pembelian dengan cara kredit pada Jurnal Khusus Pembelian adalah sebagai berikut :


Jurnal Khusus Penambahan Utang Usaha - firstfin.web.id


Seperti yang terlihat pada contoh diatas bahwa akun yang digunakan akan tetap sama saja yaitu akun Pembelian serta akun Utang Usaha atau Utang Dagang.


Baca Juga : Pahami Pengertian, Format, dan Contoh Jurnal Pembelian Sebelum Membuatnya


Hanya saja masing - masing akun pada Jurnal Khusus Pembelian akan dibuatkan kolom secara khusus dan kita tinggal mencatatnya saja.  

 

2. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Selanjutnya Jurnal Khusus yang kedua terkait dengan Utang Usaha adalah Jurnal Pengeluaran Kas dimana Jurnal Khusus ini akan digunakan untuk mencatat transaksi Pembayaran Utang Usaha.

Karena memang Jurnal Khusus Pengeluaran Kas ini akan digunakan untuk mencatat transaksi yang terkait dengan transaksi pengeluaran Kas.

Adapun cara mencatat pembayaran Utang Usaha dengan menggunakan Jurnal Khusus Pengeluaran Kas adalah sebagai berikut :


Jurnal Khusus Pembayaran Utang Usaha- firstfin.web.id


Konsep pencatatan pada Jurnal Pengeluaran Kas diatas tetap sama yaitu akan menggunakan akun Kas serta akun Utang Usaha atau Utang Dagang.

Hanya saja seperti pada Jurnal Pembelian bahwa akun yang akan digunakan pada Jurnal Khusus ini akan dibuatkan dalam bentuk kolom. 


5. Penutup


Pada dasarnya penggunaan metode pencatatan Utang Usaha baik menggunakan Jurnal Umum maupun Jurnal Khusus akan tetap menggunakan akun yang sama.

Hanya saja pada Jurnal Khusus pada masing - masing akun akan dibuatkan kolom tersendiri dan kita tinggal mencatatanya saja.

Selanjutnya untuk akun yang terkait dengan penambahan Utang Usaha ada dua akun yaitu pada sisi Debet adalah Pembelian serta pada sisi Kredit adalah akun Utang Usaha.

Sedangkan untuk akun yang digunakan pada pembayaran Utang Usaha adalah akun Kas atau Bank pada sisi Kredit serta akun Utang Usaha pada sisi Debet.

Kesimpulan dari penjelasan akun diatas adalah jika Utang Usaha bertambah maka posisinya akan ada disebelah Kredit.

Sedangkan jika Utang Usaha berkurang maka akan dicatat pada posisi Debet atau kebalikan dari bertambah seperti yang disebutkan diatas.

Itulah pembahasan kita kali ini tentang jurnal Utang Usaha dan semoga artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca.   

 Ikuti Informasi Terbaru Kami di Google News