Pengertian, Rumus, Contoh dan Cara Menghitung Payback Period - FirstFin

Menghitung Payback Period - Salah satu tujuan utama dari sebuah Investasi adalah mendapatkan keuntungan atau menghindari munculnya kerugian.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menghindari munculnya kerugian pada Investasi adalah menghitung beberapa indikator terkait dengan Investas.

Tentu seperti yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya bahwa Indikator Investasi ini sangat beragam.

Salah satu diantaranya adalah Payback Period dan Indikator Investasi ini akan kita bahas mulai dari pengertian sampai dengan contoh perhitungannya.

Payback Period ini adalah salah satu dari beberapa Indikator saja dan untuk Indikator lainnya sudah kita bahas pada beberapa artikel sebelumnya.


Pengertian, Rumus Contoh dan Cara Menghitung Payback Period


Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas Indikator investasi lainnya yaitu NPV dan IRR.

NPV dan IRR ini akan dihitung untuk mendapatkan informasi terkait dengan keuntungan yang akan didapatkan dari sebuah Investasi.

Lalu apa itu Payback Period, apakah sama dengan IRR dan NPV ?


1. Pengertian Payback Period


Dalam Investasi Payback Period adalah jangka waktu Investasi dimana jumlah total dari Arus Kas jumlahnya akan sama dengan Investasi awa periode.

Jika diteliti lebih dalam memang dari penjelasan diatas Payback Period ini cukup mirip dengan Break Even Point atau BEP.


Menghitung Payback Period - FirstFin.web.id


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa jika membahas Indikator pada Investasi tentu akan ada beberapa yang harus dihitung.

Misalnya BEP atau Break Even Point, Net Present Value atau NPV dan ada juga yang lainnya.

Jika memang ingin menghitung asumsi keuntungan dari sebuah Investasi maka silakan gunakan NPV.


Baca Juga : Net Present Value : Pengertian, Fungsi, Rumus, Contoh dan Cara Menghitungnya


NPV ini akan menghasilkan angka yang merupakan asumsi keuntungan yang akan didapatkan dari sebuah Investasi.

Sedangkan Payback Period ini akan menghitung ditahun keberapa Investasi yang akan kita jalankan nilai investasinya akan sama dengan jumlah kumulatif Arus Kas yang masuk.


2. Rumus Untuk Menghitung Payback Period


Selanjutnya mari kita bahas rumus yang akan digunakan untuk menghitung Payback Period.

Data utama untuk menghitung Payback Period tentu saja adalah Arus Kas yang dihasilkan oleh sebuah Investasi.

Arus Kas pada Investasi akan diasumsikan menjadi dua kondisi yaitu Arus Kas Tetap serta Arus Kas Tidak Tetap atau berubah - ubah.

Arus Kas Tetap adalah jumlah Arus Kas yang dihasilkan oleh sebuah Investasi akan selalu sama setiap periodenya.

Untuk jenis Arus Kas yang pertama ini rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :


Payback Period = (Investasi Awal/Arus Kas Per Tahun) x 1 Tahun


Selanjutnya yang kedua adalah Arus Kas Tidak Tetap yaitu jumlah Arus Kas yang dihasilakn oleh sebuah Investasi jumlahnya akan berbeda - beda setiap periodenya.

Untuk jenis Arus Kas yang kedua ini rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :


Payback Period = n + ((a-b)/(c-b)) x 1 Tahun


  • a : Nilai investasi awal
  • b : Kumulatif Arus Kas pada tahun ke-n
  • c : Kumulatif Arus Kas pada Tahun ke n+1
  • n : Tahun terakhir dengan posisi Arus Kas masih negatif

Jadi, untuk menghitung Payback Period silahkan sesuaikan rumusnya dengan Arus Kas yang dihasilkan oleh sebuah Investasi.

Karena memang hasil Payback Period dari kedua jenis rumus diatas tentu saja akan berbeda - beda.


3. Contoh dan Cara Menghitung Payback Period


Jika sudah memahami rumus yang akan digunakan untuk menghitung Payback Period selanjutnya mari kita bahas cara menghitungnya.

Untuk contoh dan cara menghitung Payback Period kita akan bagi menjadi dua jenis sesuai dengan rumusnya.

Untuk contoh yang pertama kita akan menghitung Payback Period dengan asumsi Arus Kas sama setiap periode.

Misalnya : PT. FirstFin akan membuka sebuah Investasi dengan modal awal yang dibutuhkan adalah sebesar 900.000,-

Investasi ini akan dijalankan dengan jangka waktu atau periode sebanyak 5 Tahun kedepan.

Adapun asumsi Arus Kas yang akan dihasilkan dari Investasi ini setiap Tahun adalah sebesar 250.000,-

Berdasarkan data Investasi diatas berapakah Payabck Periodnya ?

Dengan menggunakan data diatas maka perhitungan Payback Periodnya adalah sebagai berikut :


Payback Period = ( Investasi Awal / Arus Kas ) x 1 Tahun

Payback Period = ( 900.000 / 250.000 ) x 1 Tahun

Payback Period = 3.6 Tahun


Dari urutan perhitungan diatas angka Payback Periodenya yang didapatkan dari Investasi adalah 3,6 Tahun atau 3 Tahun 7 Bulan. 

Ini artinya Investasi tersebut akan dapat mengembalikan modal awal dalam jangka waktu 3 Tahun 7 Bulan.

Untuk membuktikannya perhitungan pengembalian modalnya adalah sebagai berikut :


Investasi Awal = Kumulatif Arus Kas

900.000 = 250.000+250.000+250.000+((12x0.6)x(250.000/12))

900.000 = 250.000+250.000+250.000+(7,2x20.833)

900.000 = 250.000+250.000+250.000+149.997

900.000 = 899.997


Seperti yang terlihat pada urutan diatas bahwa pada periode 3,6 Tahun angka jumlah kumulatif Arus Kas Investasi akan sama dengan modal awal. 

Selanjutnya yang kedua kita akan menghitung contoh Payback Period dengan Arus Kas Tidak Tetap.

Misalnya : PT. FirstFin akan menjalankan sebuah Investasi dengan modal awal sebesar 850.000,-

Investasi ini akan dijalankan dalam jangka waktu 5 Tahun dengan asumsi Investasi ini akan menghasilkan Arus Kas secara berurutan adalah sebagai berikut : 150.000, 250.000, 200.000, 260.000 dan 300.000,-

Berdasarkan data Investasi diatas berapakah Payback Period-nya ?

Pada contoh yang kedua ini maka perhitungan Payback Period-nya adalah sebagai berikut :


Payback Period = n+((a-b)/(c-b))x1Tahun

Payback Period = 3 + ((850.000 - 600.000) / (860.000 - 600.000))

Payback Period = 3 + (250.000 / 260.000)

Payback Period = 3 + 0,96

Payback Period = 3,96 Tahun


Dengan menggunakan rumus dan perhitungan diatas maka Investasi ini akan menghasilkan angka Payback Period 3,96 Tahun.

Ini artinya Investasi diatas akan menghasilkan Arus Kas untuk mengembalikan Investasi Awal adalah selama 3,96 Tahun.

Perhitungan untuk Arus Kas Tidak Tetap memang sedikit lebih sulit jika dibandingkan dengan contoh yang pertama.


3. Menghitung Payback Period Dengan Excel


Jika data Investasi yang sedang kita olah langsung dilakukan dalam Microsoft Excel maka kita tidak perlu khawatir.

Karena memang Payback Period ini juga langsung bisa kita hitung dengan menggunakan rumus dalam Excel.

Bahkan jika kita kesulitan menghitung Payback Period secara manual maka rumus Exce ini akan menjadi solusi yang sangat tepat.

Bahkan menghitung Payback Period dengan Excel ini kita bisa menampilkan hasilnya secara otomatis.

Untuk contoh menghitung Payback Period dengan Rumus Excel silahkan perhatikan gambar berikut ini :

 

Menghitung Payback Period

 

Dalam contoh tersebut terlihat bahwa angka Investasi Awal serta Arus Kas yang masuk sudah disamakan dengan contoh yang kedua diatas.

Adapun rumus Excel yang digunakan untuk menghitung Payback Period pada contoh diatas adalah sebagai berikut :


=COUNTIF(C6:G6;"<0")+INDEX(C7:G7;;COUNTIF(C6:G6;"<0")+1)


Dengan menggunakan rumus Excel tersebut maka angka Payback Period yang dihasilkan adalah 3,96.

Angka hasil ini tentu sama persis dengan hasil perhitungan manual yang sudah kita contohkan diatas.

Hanya saja memang rumus yang digunakan pada Excel ini prinsipnya memang sama dengan rumus Payback Period secara umum.

Untuk cara menghitung Payback Period dengan menggunakan rumus Excel ini hanya merupakan opsi tambahan saja.

Itulah pembahasan kita kali ini tentang cara menghitung Payback period dan semoga artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca firstfin.web.id

 Ikuti Informasi Terbaru Kami di Google News